Langsung ke konten utama

Zombie Profesional

Sudah setahun belakangan ini Adi meniikmati pekerjaannya. Entah mengapa perasaannya tidak nyaman saat dia melakukan perkerjaan barunya. Adi baru dipindahkan ke Boggor dengan salah satu tugas menyeleksi calon karyawan di bagian front office. Perusahaan telah membarikan panduan uang membuat dia mudah menjalankan tugasnya Adi juga sudah dilatuh secara baik untuk melkakukan wawancara. Namun, bukan itu masalahnya.
     Ada perasaan mengganggu dalam dirinya saat dia menyeleksi calon staf front office. Aturan perusahaan adalah staf front office wanita tidak berkamacata, tidak berkulit hitam, harus berwajah manis, selain harus memiliki keterampilan tertentu. Dan setiap kali Adi memilah dan memilih surat lamaran, dia merasa bersalah pada gadis-gadis yang tidak dia pilih karena tidak memenuhi kriteria tersebut.
     Dia merasa, bukan salah gadis itu pigmennya lebih banyak alisan berkulit gelas. Bukan salahnya kalau dia berwajah apa adanya. Ada perasaan bingung dan meaningless saat dia mengerjakan tugasnya itu. Namun, pekerjaan adalah pekerjaan, katanya, harus dikerjakan. Dan hal itu membuat Adi harus menyeret badannya setiap pagi untuk berangkat ke kantor.
     Inilah pengalaman dalah seorang peserta pelatihan saya. Untungnya, dia dipindahkan menjabat posisi lain, sesuai doanya setiap malam. Prasaan tidak bermaknsa membuat seorang pekerja (baik itu karyawan maupun wiraswastawan) menjadi seperti robot, atau lebih buruk lagi mayat hidup, Zombie. Tidak ada perasaan puas dan bahagia saat selesai mengerjakannya, yang ada malah perasaan hampa, gelisah, dan bahkan terpksa.
     Perasaan seperti ini sebenernya tidak muncul dengan sendirinya. Perasaan ini muncul dari sebuah hidup tanpa ada dorongan untuk suatu tujuan mulia. Stephen R. Covey, secara konsisten mengatakan bahwa manusia memiliki 4 dimensi, yaitu tubuhnya, emosinya, akalnya, dan jiwanya. Dalam bukunya, The 8th Habit, Covey menyatakan bahwa jiwa ini adlah pusat dan paling mendasar dari semua dimesi manusiawi karena jiwa mendjadi pembimbing ketiganya. Kecerdasan spiritual mewakili dorongan untuk bermaksa dan hubungan pada yang gaib.
     Pada saat tidak menemukan makna atau manfaat yang bisa dia berikan dalam hidup, seorang akan menjadi mayat hidup yang bekerja tanpa jiwa dengan perasaan hampa yang menyiksa. Pada hakikatnya, setiap diri menuntut adanya rasa bermakna

JANGAN BERHENTI DAHULU DARI PEKERJAAN ANDA
"Terlepas dari tekanan kerja yang semakin berat pada zaman kini, banyak orang telah menemukan cara untuk menimati waktu kerja dan pekerjaannya, dan berbuntut pada kualitas kerja yang lebih baik."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Cinta Kakek Nenek

Ada sepasang suami istri yang berjualan nasi kuning di sebuah kompleks perumahan di Bandung. Umur mereka tidak muda lagi. Sang suami mungkin sudah berumur lebih dari 70 tahun, sedang istrinya sekitar 60-an. Di sekitar mereka ada beberapa gerobak lain juga yang menjual makanan untuk sarapan pagi. Tapi dari semuanya. Hanya gerobak mereka yang paling sepi.      Setiap pagi, dalam perjalanan menuju ke kantor, saya selalu melewati gerobak mereka yang selalu sepi. Gerobak itu tidak ada yang istimewa. Cukup sederhana. Jualannya pun standar. Setiap pagi, sepasang suamiistri itu duduk menjaga gerobak mereka dalam posisi yang selalu sama. Sang suami duduk di luar gerobak, sementara istrinya di sampingnya.      Kalau ada pembeli, sang suami dengan susah payah berdiri dari kursi(kadang dipapah istrinya) dan dengan ramah menyapa pembeli. Jika sang pembeli ingin makan di tempat, sang suami merapikan tempat duduk, semenatara istrinya menyiapkan nasi kuning dan menyodork...

TAK KUNJUNG MEMILIKI MOMONGAN

Tidak pantas bagi wanita untuk gelisah dan banyak menangis karena tak kunjung hamil. Karena memiliki keturunan pada pasangan laki-laki dan perempuan yaitu mendapatkan anak laki-laki saja atau perempuan saja atau mendapatkan anak laki-laki dan perempuan, begitu pula tidak memiliki keturunan, itu semua sudah menjadi takdir Allah. Allah Ta’ala berfirman, لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ (49) أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ (50) “Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha ...

HUKUM SUJUD KEPADA KYAI ATAU HABIB-HABIB

Hukum sujud kepada kyai atau habib-habib atau yang semisal Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda : لأمرت المرأة أن تسجد لزوجها “Seandainya boleh kuperintahkan seseorang untuk bersujud kepada seseorang maka niscaya kuperintahkan isteri untuk bersujud kepada suaminya” [HR Tirmidzi dari Abu Hurairah]. Tidaklah diragukan bahwa sujud penghormatan kepada sesama manusia adalah hal yang haram dan terlarang dan termasuk jalan dan sarana menuju kemusyrikan An Nawawi asy Syafii mengatakan, وأما ما يفعله عوام الفقراء وشبههم من سجودهم بين يدي المشايخ وربما كانوا محدثين فهو حرام بإجماع المسلمين “Adapun kelakuan orang-orang sufi yang awam atau orang awam lain semisal mereka yang bersujud kepada para kyai atau ustadz sufi atau boleh jadi pakar hadits maka itu adalah perbuatan yang hukumnya haram dengan sepakat seluruh kaum muslimin”. وسئل ابن الصلاح عن هذا السجود الذي قدمناه فقال (( هو من عظائم الذنوب ونخشى أن يكون كفراً.)) Ibnu Shalah asy Syafii ditanya mengenai sujud sebagaimana ya...