Ketika Lahir anak lelakiku gelap benar kulitnya. Lalu kubilang pada ayahnya, "Subhanallah, dia benar-benar mirip denganmu yah! Suamiku menjawab, "Bukankah sesuai keinginanmu? kau yang bilang kalau anak lelaki ingin seperti aku." Aku mengangguk. Suamiku kembali bekerja seperti biasa. Ketika bayi kecilku berulah tahun pertama, aku mengusulkan perayaannya dengan mengkhatamkan Al-Quran di rumah. Lalu kubilang kepada suamiku, "Supaya ia menjadi penghafal Kitabullah ya. Yah." Suamiku menatap kepadaku seraya pelan berkata, "Oh ya. Ide bagus itu." Kami memberinya nama Ahmad, mengikuti panggilan Rasul-Nya. Tidak berapa lama, ia sudah pandai memanggil-manggil kami berdua, Ammaa... Appaa. Lalu ia menunjuk pada dirinya seraya berkata, Ammat! Maksudnya ia Ahmad. KAmi berdua sangat bahagia dengan kehadirannya. AHmad tumbuh jadi anak cerdas, persis seperti papanya. Pelajaran Ma...
Selalu percaya atas apa yang kita yakini dan bermimpilah bahwa semua mimpi itu akan jadi kenyataan. Karena hanya mimpi dan harapan yang membuat kita selalu merasa hidup....