Langsung ke konten utama

Rekan Kerja atau Preman Kerja

Perasaan gelisah, bahkan takut, menyelubungi Lina begitu melangkah ke gedug tempat dia bekerja. Perasaan itu datang dari bayangan nyata apa yang yang akan terjadi pada meeting nya nanti dengan atasannya. Atasannya adalah seorang ibu yang sangat cerdas dan caranya memperlakukan Lina sedimikian sampai-sampai Lina merasa menjadi karyawan yang sangat bodoh. Atasannya sering membuatnya tidak bedaya dengan pertanyaannya yang sangat kritis pada pendapat Lina.
     Pagi itu, Linamerasa sudah menyiapkan segala pertimbangan, lengkap dengan data dan pendapat pakar. Entah mengapa, perutnya bereaksi berbeda. Hal demikian sering terjadi, bahkan Lina pernah sampai muntah-muntah. Kalau saja tidak ada ikatan kerja, dia sudah "terbang" sejak dahulu.


     Pernah melihat preman kerja? Galakan suruh sini-suruh sana tanpa sopan santun yang beradab. Apakah ada atasan seperti itu? Ups, saya mendengar jawaban "Ada" dari Anda. Katherine Crowley dan Kathi Elster dalam Working with You is Killing Me menyebut bos seperti itu, Controlling Egomaniac Boss.
     Namun, bukan hanya atasan yang bisa menjadi sumber kesengsaraan. Rekan kerja, pelanggan, bahkan bawahan bisa membuat tidur Anda terganggu. Bawahan yang lebih senior tetapi tidak lebih dewasa bisamembuat Anda terlihat menjadi inkompeten sebagai atasannya. Dan itu menyambut hari-hari Anda jadi "memalukan" di depan bawahan Anda yang lain.
     Hubungan yang tidak baik dengan rekan kerja di kantor bisa juga dibentuk dari kebijakan strategis pengelolaan bisnis di organisasi tersebut. Manajemen puncak bisa juga menjadi penyebab ketidakrukunan antarkaryawan. Sebuah perusahaan bisa memliki kebijkan politis untuk tidak membuat karyawannya kompak. Istilahnya managing by conflict. Selama ada konflik, tidak ada yang mempertanyakan berapa profit yang didapat perusahaan
menjadi hal yang langka. Tiap-tiap departemen saling melindungi diri sendiri, membuat aturan dan prosedur yang tidak berdasarkan kepentingan perusahaan, dan manajer menjadi raja kecil yang harus ditakuti begitu memasuki departemennya.
     Perasaan terpaksa juga sering timbul karena kita berusaha keras untuk disukai oleh orang lain, diterima oleh suatu kelompok. Sebenarnya, ini alamiah sehingga pada saat kita terlalu seing dihadapkan pada orang-orang yang tidak menyukai kita dan perilaku mereka membuat kita berusaha keras untuk tidak sakit, hal itulah yang menguras energi emosional kita dan sangan melelahkan serta memusingkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Cinta Kakek Nenek

Ada sepasang suami istri yang berjualan nasi kuning di sebuah kompleks perumahan di Bandung. Umur mereka tidak muda lagi. Sang suami mungkin sudah berumur lebih dari 70 tahun, sedang istrinya sekitar 60-an. Di sekitar mereka ada beberapa gerobak lain juga yang menjual makanan untuk sarapan pagi. Tapi dari semuanya. Hanya gerobak mereka yang paling sepi.      Setiap pagi, dalam perjalanan menuju ke kantor, saya selalu melewati gerobak mereka yang selalu sepi. Gerobak itu tidak ada yang istimewa. Cukup sederhana. Jualannya pun standar. Setiap pagi, sepasang suamiistri itu duduk menjaga gerobak mereka dalam posisi yang selalu sama. Sang suami duduk di luar gerobak, sementara istrinya di sampingnya.      Kalau ada pembeli, sang suami dengan susah payah berdiri dari kursi(kadang dipapah istrinya) dan dengan ramah menyapa pembeli. Jika sang pembeli ingin makan di tempat, sang suami merapikan tempat duduk, semenatara istrinya menyiapkan nasi kuning dan menyodork...

TAK KUNJUNG MEMILIKI MOMONGAN

Tidak pantas bagi wanita untuk gelisah dan banyak menangis karena tak kunjung hamil. Karena memiliki keturunan pada pasangan laki-laki dan perempuan yaitu mendapatkan anak laki-laki saja atau perempuan saja atau mendapatkan anak laki-laki dan perempuan, begitu pula tidak memiliki keturunan, itu semua sudah menjadi takdir Allah. Allah Ta’ala berfirman, لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ (49) أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ (50) “Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha ...

HUKUM SUJUD KEPADA KYAI ATAU HABIB-HABIB

Hukum sujud kepada kyai atau habib-habib atau yang semisal Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda : لأمرت المرأة أن تسجد لزوجها “Seandainya boleh kuperintahkan seseorang untuk bersujud kepada seseorang maka niscaya kuperintahkan isteri untuk bersujud kepada suaminya” [HR Tirmidzi dari Abu Hurairah]. Tidaklah diragukan bahwa sujud penghormatan kepada sesama manusia adalah hal yang haram dan terlarang dan termasuk jalan dan sarana menuju kemusyrikan An Nawawi asy Syafii mengatakan, وأما ما يفعله عوام الفقراء وشبههم من سجودهم بين يدي المشايخ وربما كانوا محدثين فهو حرام بإجماع المسلمين “Adapun kelakuan orang-orang sufi yang awam atau orang awam lain semisal mereka yang bersujud kepada para kyai atau ustadz sufi atau boleh jadi pakar hadits maka itu adalah perbuatan yang hukumnya haram dengan sepakat seluruh kaum muslimin”. وسئل ابن الصلاح عن هذا السجود الذي قدمناه فقال (( هو من عظائم الذنوب ونخشى أن يكون كفراً.)) Ibnu Shalah asy Syafii ditanya mengenai sujud sebagaimana ya...