Langsung ke konten utama

NIKMATNYA PUNYA TUJUAN

Terinspirasi dari Jalaludin Ruki (Filsuf dari Turki), Azim Jamal seorang Motivator dari Kanada, dalam bukunya Corporate Sufi mengibaratkan Nikmatnya Bekerja Dengan Tujuan bagaikan menghabiskan waktu dengan kekasih. Waktu begitu cepat berlalu, penuh  antusias, dan menyemangati.
Apa yang akan Anda lakukan setelah membaca cerita Di blog ini, itu semua bergantung pada seberapa pentingnya bagi Anda melakukan perubahan. Oleh karena itu, penting sekali Anda memahami : Dari tujuan tersebut, Anda akan mendapatkan Energi untuk melakukan perubahan perubahan dengan bekerja sukacita. Begitulah orang - orang Monday, Here I Come! menjalankan pekerjaannya. Bukan berarti mereka tak pernah sedih, mereka melihat pekerjaan sebagai media atau kalan menuju tujuan yang lebih beasar. Jika telah memiliki gambaran apa yang akan Anda lakukan dengan kehidupan prifesional Anda, itulah jalan Anda menuju tersebut. Jangan heran apabila perasaan Anda berubah menjadi lebih positif. Seorang karyawan membiarkan waktu nya berlalu tanpa pembelajaran berarti karena dia tidak memiliki tujuan. Seorang karyawan yang berniat menjadi manajer yang baik akan sangan mendapatkn permbelajaran, tak hanya dari aktivitasnya, bahkan dari perilaku para manajer di sekitarnya. Dari pemikiran akan tujuan tersebut, dia akan lebih terlibat (engage) pada pekerjaannya karena sulit menjadi manajer yang baik tanpa tahu perkerjaan dan tantangan staf atau anggota timnya. Dan semua orang yang menikmati perkerjaannya, memiliki keterlibatan kerja yang tinggi. Stephen R. Covey dalam The 8th Habit mengatakan bahwa ini adalah pilihan kita masing - masing.
Keterlibatan Kerja Menurut Stephen R. Covery
1. Pemberontakan Atau Berhenti Tingkat terendah keterlibatan seseorang dalam pekerjaannya ini bersifat tidak kooperatif dan cenderung melawan. 2. Terpaksa Patuh Tingkat berikutnya adalah saat seseorang karyawan berkerja dengan perasaan terpaksa karena konsekuensi yang buruk jika tidak mengerjakannya. 3. Bersedia Patuh Seorang yang bersedia patuh saja; sesuai perintah atau job description. 4. Kooperatif yang Menyenangkan Karyawan ini dengan senang hati berkerja sama dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan perannya; tidak merasa terpaksa dan lebih dari sekedar manut. 5. Komitmen Sepenuh Hati Seseorang yang berkomitmen mengerjakannya; kalaupun ada gangguan yang bisa membuat dia tidak memenuhi perannya, dia akan tolak atau bekerja lebih kerjas atau lebih larut. 6. Gairah Kreatif Seseorang yang begitu bersemangat sehingga setiap pembelajaran yang dia dapat dari mana saja akan dia kaitkan dengan proses pemaksimalan perannya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Cinta Kakek Nenek

Ada sepasang suami istri yang berjualan nasi kuning di sebuah kompleks perumahan di Bandung. Umur mereka tidak muda lagi. Sang suami mungkin sudah berumur lebih dari 70 tahun, sedang istrinya sekitar 60-an. Di sekitar mereka ada beberapa gerobak lain juga yang menjual makanan untuk sarapan pagi. Tapi dari semuanya. Hanya gerobak mereka yang paling sepi.      Setiap pagi, dalam perjalanan menuju ke kantor, saya selalu melewati gerobak mereka yang selalu sepi. Gerobak itu tidak ada yang istimewa. Cukup sederhana. Jualannya pun standar. Setiap pagi, sepasang suamiistri itu duduk menjaga gerobak mereka dalam posisi yang selalu sama. Sang suami duduk di luar gerobak, sementara istrinya di sampingnya.      Kalau ada pembeli, sang suami dengan susah payah berdiri dari kursi(kadang dipapah istrinya) dan dengan ramah menyapa pembeli. Jika sang pembeli ingin makan di tempat, sang suami merapikan tempat duduk, semenatara istrinya menyiapkan nasi kuning dan menyodork...

TAK KUNJUNG MEMILIKI MOMONGAN

Tidak pantas bagi wanita untuk gelisah dan banyak menangis karena tak kunjung hamil. Karena memiliki keturunan pada pasangan laki-laki dan perempuan yaitu mendapatkan anak laki-laki saja atau perempuan saja atau mendapatkan anak laki-laki dan perempuan, begitu pula tidak memiliki keturunan, itu semua sudah menjadi takdir Allah. Allah Ta’ala berfirman, لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ (49) أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ (50) “Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha ...

HUKUM SUJUD KEPADA KYAI ATAU HABIB-HABIB

Hukum sujud kepada kyai atau habib-habib atau yang semisal Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda : لأمرت المرأة أن تسجد لزوجها “Seandainya boleh kuperintahkan seseorang untuk bersujud kepada seseorang maka niscaya kuperintahkan isteri untuk bersujud kepada suaminya” [HR Tirmidzi dari Abu Hurairah]. Tidaklah diragukan bahwa sujud penghormatan kepada sesama manusia adalah hal yang haram dan terlarang dan termasuk jalan dan sarana menuju kemusyrikan An Nawawi asy Syafii mengatakan, وأما ما يفعله عوام الفقراء وشبههم من سجودهم بين يدي المشايخ وربما كانوا محدثين فهو حرام بإجماع المسلمين “Adapun kelakuan orang-orang sufi yang awam atau orang awam lain semisal mereka yang bersujud kepada para kyai atau ustadz sufi atau boleh jadi pakar hadits maka itu adalah perbuatan yang hukumnya haram dengan sepakat seluruh kaum muslimin”. وسئل ابن الصلاح عن هذا السجود الذي قدمناه فقال (( هو من عظائم الذنوب ونخشى أن يكون كفراً.)) Ibnu Shalah asy Syafii ditanya mengenai sujud sebagaimana ya...