Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Belajar Cinta dari Kadal

Ini sebuah kisah nyata yang terjadi di Jepang. Ketika sedang meronovasi sebuah rumah, seorang mencoba merontokkan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap di antara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah paku. Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada di situ 10(sepuluh) tahun lalu, ketika rumah itu pertama kali dibangun! Apa yang terjadi? Bagaiimana kadal itu dapt bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun ???      Dalam keadaan gelap selama 10 tahun bergerak sedikit pun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal. Orang itu berpikir, bagaimana kadal itu bisa bertaha hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu!      Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memerhatikan kadal itu, apa ya...

Ketulusan Cinta

Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai, dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gais mengiyakan ajakanya.      Mereka bedua duduk di sebuah Coffe shop, tapi si pria sangat gugup untuk berkata apa-apa.      Si gadis mulai  merasa tidak nyaman dan berkata, "Kita pulang aja, yuk...?      Namun tiba-tiba si pria minta sesuatu pada sang pramusaji, "Bisa minta garam buat kopi saya?"      Semua orang yang mendengar memandang ke arah si pra, aneh sekali! Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia masukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminunya.      Si gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kam...

Kisah Cinta Kakek Nenek

Ada sepasang suami istri yang berjualan nasi kuning di sebuah kompleks perumahan di Bandung. Umur mereka tidak muda lagi. Sang suami mungkin sudah berumur lebih dari 70 tahun, sedang istrinya sekitar 60-an. Di sekitar mereka ada beberapa gerobak lain juga yang menjual makanan untuk sarapan pagi. Tapi dari semuanya. Hanya gerobak mereka yang paling sepi.      Setiap pagi, dalam perjalanan menuju ke kantor, saya selalu melewati gerobak mereka yang selalu sepi. Gerobak itu tidak ada yang istimewa. Cukup sederhana. Jualannya pun standar. Setiap pagi, sepasang suamiistri itu duduk menjaga gerobak mereka dalam posisi yang selalu sama. Sang suami duduk di luar gerobak, sementara istrinya di sampingnya.      Kalau ada pembeli, sang suami dengan susah payah berdiri dari kursi(kadang dipapah istrinya) dan dengan ramah menyapa pembeli. Jika sang pembeli ingin makan di tempat, sang suami merapikan tempat duduk, semenatara istrinya menyiapkan nasi kuning dan menyodork...

Dibalik pria Hebat Ada perempuan Hebat

Pada suatu hari, Thomas B, Wheeler, CEO massachussets Matual Life Insurance Company, dan istrinya sedang menyusuri jalan raya anatrnegara bagian ketika menyadari bensin mobil nya nyaris habis, Wheeler segera keluar dari jalan raya bebas hambatan itu dan tak lama kemudian menemukan pompa bensin yang sudah bobrok dan hanya punya satu mesin pengisi bensin. Setelah menyuruh satu-satunya petugas di situ untuk mengisi mobilnya dan mengecek oli, dia berjalan-jalan memutari pompa bensin itu untuk melemaskan kaki.      Ketika kembali ke mobil, dia melihat petugas itu sedang asyik mengobrol dengan istrinya. Obrolan mereka lansgung berhenti, ketika dia membayar si petugas. Tetapi ketika hendak masuk ke mobil, dia melihat petugas itu melambaikan tangan dan dia mendengar orang itu berkata, "Asyik sekali mengobrol denganmu."      Setelah mereka meninggalkan pompa bensin itu, Wheeler bertanya kepada istrinya apakah dia kenal lelkai itu. Istrinya lansgung mengiyakan. Mer...

Belajar dari awan

Hari ini satu pekan panjang yang penuh dengan kesibukan mengajar keliling negeri telah kulewati sekali lagi. Seperti biasa aku ingin menikmati situasi santai dalam penerbangan pulang, membaca yang ringan-ringan, bahkan memejamkan mata beberapa menit bilamana sempat. Kendati demikian, aku mencoba menerima apa pun yang akan terjadi.      Maka biasanya aku mengucapkan doa pendek berikut, "Siapapun yang Kau takdirkan duduk di sebelahku, biarlah ia seperti apa adanya, dan bantulah aku agar dapat menerima apa pun yang tersedia bagiku."      Pada hari yang khusus ini, ketika aku masuk ke dalam pesawat, ternyata seorang anak kecil berumur sekitar delapam tahun, duduk di kursi dekat jendela di sebelahku. Aku menyukai anak-anak. Namun, aku sedang merasa lelah. Naluri pertamaku adalah, "Apa boleh buat, aku tak tahu nasibku kali ini." Dengan berusaha bersikap ramah, aku menyapa dan mengajaknya berkenalan. Ia menyebutkan namanya, Bradley. Kami langsung mengobrol dan ha...

Ayah, Terima kasih atas semua kebaikanmu

     Dulu, aku merasa malu mempunyai ayah sepertimu karena sejak aku sekolah menengah atas, ayahku sudah tidak bekerja kantoran lagi, padahal dulunya beliau adalah arsitek yang lumayan pendapatannya. Setiap hari ayah hanya di rumah mengurus penjahit-penjahit konveksi yang digagas ibuku. Sejak ibuku mulai sibuk dengan dunia konveksi baju-baju dan celana jeans, ayahku memutuskan keluar dari pekerjaannya dan membantu ibuku mengurus semua kebutuhan penjahit di rumah yang jumlahnya ada 10 orang. Namun saat itu, aku tidak suka melihatnya karena ayahku lebih banyak tidurnya daripada bekerjanya. Sementara ibuku pergi pagi pulang malam untuk menjual hasil konveksi di toko kami di Jalan Cihampelas, Bandung.      Aku malu mempunyai ayah sepertimu karena aku melihat ayah teman-temanku yang gagah. Setiap hari menjemput anaknya, mengambil rapor ketika kenaikan kelas dengan mobil mewah dan bekerja di perusahaan yang membuat mereka merasa bangga. Hingga akhirnya aku ta...

Kasih Seorang Ayah

P ada suatau petang ada seorang yang sudah tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memerhatikan suasana di sekitar mereka. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pohon berhampiran.      Si ayah lalu menudingkan jari ke arah gagak sammbil bertanya, "Nak, apakah benda itu?"      "Burung gagak," jawab si anak.      Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi ia mengulangi pertanyaan yang sama.      Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi lalu menjawab dengan sedikit kuat, "Itu burung gagak, Ayah!"      Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi dengan soal yang sama.      Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan persoalan yang sam,a diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat, "Burung gagak!"      Si ayah terdiam seketika. Namun tidak ...

Takkan Pernah Sebanding

     Pernahkah dirimu merasakan rasa bersalah yang teramat sangat. Jauh dari orang tua yang sekarang hanya tinggal berdua. Tidak ada lagi puta - putri yang tersisa. Semua berada sangat jauh, menempuh episode kehidupan masing - masing. Betapa sepinya mereka.      Sewaktu bayi, entah berapa kali kita menunggu tidur nyenyak ayah yang mungkin sangat kelelahan setelah seharian bekerja untuk memenuhi kebutuhan kita. Mungkin juga kotoran kita ikut tertelan, ibu ketika kita buang " pup"   di saat ibu sedang makan. Ibu juga tidak peduli, ketika teman - temannya marah karena membatalkan acara yang sangat penting karena tiba - tiba anaknya sakit. kekhawatiran demi kekhawatiran tiada pernah henti mengunjungi mereka setiap kali kita melangkah.      Ketika kita beranjak dewasa, betapa tabahnya ayah dan ibu menerima pembangkangan demi pembangkangan yang kita lakukan. Mereka hanya bisa mengelus dada karena teman - teman di luar sana lebih bera...