Langsung ke konten utama

Thank God It's Friday Atau Monday, Here I Come ?

T  hank God It's Friday! Ungkapan ini biasanya dilontarkan ketika menghadapi akhir pekan saat waktunya melepas setres dari kepenatan kerja, dari segala masalah yang berhunungan dengan pekerjaan. Namun begitu Senin pagi datang, dengan berat hati mereka memulai hari kerja sampai akhir pekan nerikutnya. Jadi, hari kerja identik dengan setres, hari keja setres lagi, akhir pekan melepaskan setres, hari kerja setres lagi, akhir pekan melepasakan setres.
     Siklusnya persis hari kerja seperti truk sampah yang mengumpulkan sampah pada hari kerja dan membuang segala barang yang berbau busuk, tidak berguna, dan rusak ketempat pembuangannya. Dan pada akhir hidup, Anda cenderung karena anak Anda dibesarkan di tengah downloading and uploading setres orangtuanya. Saya harap, Anda tidak merasa puas akan hidup yang seperti itu.
     Saya sangat sadar bahwa di tengah tuntutan hidup dan kondisi dunia kerj, menghadapi hari kerja dengan perasaan antusias, termotivasi, dan puas merupakan tentangan tersendiri. Bukan hal yang tidak mungkin, Anda memiliki perasaan antusias, termotivasi, dan puas dengan pekerjaan Anda saait ini. Dan dengan perasaan yang sama, Anda menghadapi kehidupan pribadi Anda setelah jam kantor.
     Perhatikan sekitar Anda, di rumah atau di kantor. Anda akan melihat ada orang-orang yang dengan penuh semangat menghadapi hari kerjanya, mulai menyusun strategi, rencana, dan mempersiapkan kejutan-kejutan menyenangkan pada minguu itu. Saya menyebut kondisi ini:
                                         
"Monday, Here I Come!"

Orang-orang Monday, Here I Come memiliki keterlibatan kerja yang tinggi karena dia menikmati waktu kerjanya dan kerena itu senderung memiliki produktivitas yang lebih tinggi daripada rata-rata.
     Jawaban Anda atas pertanyaan berikut ini dapat mengenali apakah Anda termasuk kelompok "Thank God It's Friday" atau "Monday, I Here Come!"
Apakah Anda merasakan perbedaan perasaan yang besar antara menghadapi akhir minggu dan hari kerja?

     Jika jawabannya "Ya", Anda sangat membutuhkan bacaan dari Blog ini.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Cinta Kakek Nenek

Ada sepasang suami istri yang berjualan nasi kuning di sebuah kompleks perumahan di Bandung. Umur mereka tidak muda lagi. Sang suami mungkin sudah berumur lebih dari 70 tahun, sedang istrinya sekitar 60-an. Di sekitar mereka ada beberapa gerobak lain juga yang menjual makanan untuk sarapan pagi. Tapi dari semuanya. Hanya gerobak mereka yang paling sepi.      Setiap pagi, dalam perjalanan menuju ke kantor, saya selalu melewati gerobak mereka yang selalu sepi. Gerobak itu tidak ada yang istimewa. Cukup sederhana. Jualannya pun standar. Setiap pagi, sepasang suamiistri itu duduk menjaga gerobak mereka dalam posisi yang selalu sama. Sang suami duduk di luar gerobak, sementara istrinya di sampingnya.      Kalau ada pembeli, sang suami dengan susah payah berdiri dari kursi(kadang dipapah istrinya) dan dengan ramah menyapa pembeli. Jika sang pembeli ingin makan di tempat, sang suami merapikan tempat duduk, semenatara istrinya menyiapkan nasi kuning dan menyodork...

TAK KUNJUNG MEMILIKI MOMONGAN

Tidak pantas bagi wanita untuk gelisah dan banyak menangis karena tak kunjung hamil. Karena memiliki keturunan pada pasangan laki-laki dan perempuan yaitu mendapatkan anak laki-laki saja atau perempuan saja atau mendapatkan anak laki-laki dan perempuan, begitu pula tidak memiliki keturunan, itu semua sudah menjadi takdir Allah. Allah Ta’ala berfirman, لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ (49) أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ (50) “Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha ...

HUKUM SUJUD KEPADA KYAI ATAU HABIB-HABIB

Hukum sujud kepada kyai atau habib-habib atau yang semisal Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda : لأمرت المرأة أن تسجد لزوجها “Seandainya boleh kuperintahkan seseorang untuk bersujud kepada seseorang maka niscaya kuperintahkan isteri untuk bersujud kepada suaminya” [HR Tirmidzi dari Abu Hurairah]. Tidaklah diragukan bahwa sujud penghormatan kepada sesama manusia adalah hal yang haram dan terlarang dan termasuk jalan dan sarana menuju kemusyrikan An Nawawi asy Syafii mengatakan, وأما ما يفعله عوام الفقراء وشبههم من سجودهم بين يدي المشايخ وربما كانوا محدثين فهو حرام بإجماع المسلمين “Adapun kelakuan orang-orang sufi yang awam atau orang awam lain semisal mereka yang bersujud kepada para kyai atau ustadz sufi atau boleh jadi pakar hadits maka itu adalah perbuatan yang hukumnya haram dengan sepakat seluruh kaum muslimin”. وسئل ابن الصلاح عن هذا السجود الذي قدمناه فقال (( هو من عظائم الذنوب ونخشى أن يكون كفراً.)) Ibnu Shalah asy Syafii ditanya mengenai sujud sebagaimana ya...