Langsung ke konten utama

RUMAH PONDOK PESANTREN SEJATI

Tidak sedikit orang tua mengira bahwa pondok pesantren adalah tempat segala-galanya yang dapat merubah anak menjadi lebih baik.
*_Makanya acapkali kita mendengar orang tua marah-marah dengan pengurus pondok ketika melihat anaknya justru semakin bandel dan sulit diatur._*
_"Selama ini di pondok diajarkan apa sih?."_ *Gerutu mereka.*
🏠 Pada saat yang sama, orang tua yang merasa sudah tidak sanggup lagi mendidik anaknya pun, dengan sangat ikhlas menitipkan anaknya di pondok, dengan harapan agar dia menjadi baik sekaligus terbebas dari kenakalannya di rumah.
*_Akhirnya pondok pesantren pun disulap menjadi rumah penitipan anak-anak berkelakuan "khusus"._*
🏠 Yang tak jarang mereka harus siap bentrok dengan wali asrama, dimana wali asrama pun harus mempersiapkan mental baja, kenapa?. Karena jika didikkannya terlalu keras, ia juga yang kena batunya, bisa-bisa dibawa ke meja hijau.
*_Dilematis, di sisi lain orang tua ingin anak-anaknya menjadi baik, tapi di sisi lain pula mereka sedikit-sedikit tidak terima jika anaknya dipukul dengan pukulan pendidikan._*
_Sebenarnya siapa yang salah berarti??..._
*Orang tua.*
🏠 Ya, benar. Merekalah yang salah, karena mereka tidak menjadikan rumah mereka *"baiti janati"* atau *"home sweet home"* bagi anak-anak mereka.
_*Betapa tidak?._* Ayah 24 jam dikantor, ibu sibuk berkarir, anak di rumah dengan pembantu yang tidak berakhlak...
_Gurunya televisi, pendidiknya internet, temannya game, bagaimana kehidupan seperti ini bisa mencetak karakter yang baik..._
🏠 Kalau memang kita masih peduli dengan masa depan anak-anak kita, sekarang saatnya. *Belum terlambat.*
*_Beri mereka perhatian, yang menjadi ibu berhenti berkarir, curahkan pendidikan untuk mereka, ajari mereka dengan sepenuh hati._*
🏠 *_Karena sebaik-baik pendidikan itu berawal dari rumah bukan pondok pesantren..._*
  
Admin Mutiara Ilmu

Sumber :
- http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php…
- https://kajianmutiarailmu.blogspot.co.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Cinta Kakek Nenek

Ada sepasang suami istri yang berjualan nasi kuning di sebuah kompleks perumahan di Bandung. Umur mereka tidak muda lagi. Sang suami mungkin sudah berumur lebih dari 70 tahun, sedang istrinya sekitar 60-an. Di sekitar mereka ada beberapa gerobak lain juga yang menjual makanan untuk sarapan pagi. Tapi dari semuanya. Hanya gerobak mereka yang paling sepi.      Setiap pagi, dalam perjalanan menuju ke kantor, saya selalu melewati gerobak mereka yang selalu sepi. Gerobak itu tidak ada yang istimewa. Cukup sederhana. Jualannya pun standar. Setiap pagi, sepasang suamiistri itu duduk menjaga gerobak mereka dalam posisi yang selalu sama. Sang suami duduk di luar gerobak, sementara istrinya di sampingnya.      Kalau ada pembeli, sang suami dengan susah payah berdiri dari kursi(kadang dipapah istrinya) dan dengan ramah menyapa pembeli. Jika sang pembeli ingin makan di tempat, sang suami merapikan tempat duduk, semenatara istrinya menyiapkan nasi kuning dan menyodork...

TAK KUNJUNG MEMILIKI MOMONGAN

Tidak pantas bagi wanita untuk gelisah dan banyak menangis karena tak kunjung hamil. Karena memiliki keturunan pada pasangan laki-laki dan perempuan yaitu mendapatkan anak laki-laki saja atau perempuan saja atau mendapatkan anak laki-laki dan perempuan, begitu pula tidak memiliki keturunan, itu semua sudah menjadi takdir Allah. Allah Ta’ala berfirman, لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ (49) أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ (50) “Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha ...

HUKUM SUJUD KEPADA KYAI ATAU HABIB-HABIB

Hukum sujud kepada kyai atau habib-habib atau yang semisal Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda : لأمرت المرأة أن تسجد لزوجها “Seandainya boleh kuperintahkan seseorang untuk bersujud kepada seseorang maka niscaya kuperintahkan isteri untuk bersujud kepada suaminya” [HR Tirmidzi dari Abu Hurairah]. Tidaklah diragukan bahwa sujud penghormatan kepada sesama manusia adalah hal yang haram dan terlarang dan termasuk jalan dan sarana menuju kemusyrikan An Nawawi asy Syafii mengatakan, وأما ما يفعله عوام الفقراء وشبههم من سجودهم بين يدي المشايخ وربما كانوا محدثين فهو حرام بإجماع المسلمين “Adapun kelakuan orang-orang sufi yang awam atau orang awam lain semisal mereka yang bersujud kepada para kyai atau ustadz sufi atau boleh jadi pakar hadits maka itu adalah perbuatan yang hukumnya haram dengan sepakat seluruh kaum muslimin”. وسئل ابن الصلاح عن هذا السجود الذي قدمناه فقال (( هو من عظائم الذنوب ونخشى أن يكون كفراً.)) Ibnu Shalah asy Syafii ditanya mengenai sujud sebagaimana ya...