Langsung ke konten utama

Ayah, Terima kasih atas semua kebaikanmu

     Dulu, aku merasa malu mempunyai ayah sepertimu karena sejak aku sekolah menengah atas, ayahku sudah tidak bekerja kantoran lagi, padahal dulunya beliau adalah arsitek yang lumayan pendapatannya. Setiap hari ayah hanya di rumah mengurus penjahit-penjahit konveksi yang digagas ibuku. Sejak ibuku mulai sibuk dengan dunia konveksi baju-baju dan celana jeans, ayahku memutuskan keluar dari pekerjaannya dan membantu ibuku mengurus semua kebutuhan penjahit di rumah yang jumlahnya ada 10 orang. Namun saat itu, aku tidak suka melihatnya karena ayahku lebih banyak tidurnya daripada bekerjanya. Sementara ibuku pergi pagi pulang malam untuk menjual hasil konveksi di toko kami di Jalan Cihampelas, Bandung.
     Aku malu mempunyai ayah sepertimu karena aku melihat ayah teman-temanku yang gagah. Setiap hari menjemput anaknya, mengambil rapor ketika kenaikan kelas dengan mobil mewah dan bekerja di perusahaan yang membuat mereka merasa bangga. Hingga akhirnya aku tak pernah membawa teman-temanku ke rumah karena malu punya ayah yang setiap harinya hanya tidur saja kerjanya.
     Hingga akhirnya aku harus pergi dari rumah untuk melanjutkan kuliah ke kota Malang. Aku semakin jarang lagi beretmu dengamu, Ayah. Hanya ssat liburan saja aku pulang ke Bandung dan beretmu denganmu, itu pun cuma sebentar.
     Tidak terasa sepuluh tahun kemudia setelah aku lulus kuliah, bekerja, dan menikah. Barulah aku sadari keberadaanmu yang selalu tulus mendoakan anak-anaknya. Setiap kali aku membutuhkan dirimu karena tidak ada pembantu di rumah unutuk menjaga anak, memperbaiki rumah yang bocor, membuat lemari, menemanimudik ke Malang maka ayahlah yang pertama kal menawarkan diri. Beliau bahkan rela tinggal di rumahku hingga berbulan-bulan lamanya, hanya untuk memastikan putrinya baik-baik saja.
     Suatu hari aku membelikan beliau jagung bakar di dekat rumah. Kali pertama aku membelikannya jagung itu hanya setengah saja yang dimakan, sisanya diberikan kepada cucunya. Aku pikir ayahku suka karena kemarin diberikan kepada cucunya yang minta jagung bakarnya itu maka aku pun membelikan lagi pada suatu kesempatan lainnya. Ternyata jagung itu pun hanya dihabiskan setengahnya saja. Aku masih berpikir, "oh,,, mungkin Ayah gak suka rasanya."
     Hari lainnya aku bertanya, "Kenapa kacangnya tidak di habiskan?" Ternyata jawab beliau sungguh di luar dugaanku.
     "Sekarang gigi ayah sudah susah dipakai mengunyah yang keras-keras karena sudah goyang semua."
     Dari jawaban itu aku tertegun, inilah ternyata alasanya mengapa jagung tak pernah habis, ketika kau masak sop iga, ayahku juga tidak menyentuhnya, padahal itu adalah makanan kesukaannya dulu.
     Ayahku sudah bernjak senja, umurnya sudah 61 tahun. BEliau tetap saja mengasuh kami, anak-anaknya dengan cara sendiri. Anak-anakku pun sangat mencintainya. Beliau bisa larut dalam permainan dengan anak-anak. Tidak ada satu anak kecil pun yang tidak mau diajak main oleh ayahku. Beliaulah yang mengajari aku untuk selalu suka buku dan suka membaca. Hingga di usianya kini, setiap kali mempunyai sedikit uang maka yang pasti dibeli olehnya adalah buku. Keinginan dan motivasi untuk terus belajar tak pernah larut dalam usianya.
     Ayahku, ayah yang biasa saja sebenernya. Satu-satunya yang jadi luar biasa adalah kenyataan bahwa dia adalah ayah kandungku, bukan yang lain. Kita tidak pernah bisa memilih, siapa dan bagaimana ayah atau ibuku kita. Tuhanlah yang memilih . Dan, itu pasti ada maksud yang baik.
     Ayah... aku ingin sepertimu... selalu bersikap tulus pada setiap orang yang kautemui... sederhana dan bersahaja, tak pernah membedakan golongan, pangkat, dan jabatan, ramah kepada siapa pu, bisa melebur pada setiap orang yang kau kenal.
     Ayah... aku ingin spertimu yang selalu mengatakan bisa untuk apa pun yang diminta oleh anak-anakmu dan cucu-cucumu. Bahkan anak sulugku berkata, bahwa kakeknya hebat, apa pun ia bisa, masak bisa, buat mainan bisa, membtetulkan rumah bisa, menyetir mobil bisa, dan bermain heboh dengan anak-anak juga bisa.
     Ayah... aku ingin sepertimu, aku bangga kepadamu dalam kesahajaanmu, meski dulu aku pernah malu mempunyai ayah sepertimu. Maafkan aku... Ayah!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Cinta Kakek Nenek

Ada sepasang suami istri yang berjualan nasi kuning di sebuah kompleks perumahan di Bandung. Umur mereka tidak muda lagi. Sang suami mungkin sudah berumur lebih dari 70 tahun, sedang istrinya sekitar 60-an. Di sekitar mereka ada beberapa gerobak lain juga yang menjual makanan untuk sarapan pagi. Tapi dari semuanya. Hanya gerobak mereka yang paling sepi.      Setiap pagi, dalam perjalanan menuju ke kantor, saya selalu melewati gerobak mereka yang selalu sepi. Gerobak itu tidak ada yang istimewa. Cukup sederhana. Jualannya pun standar. Setiap pagi, sepasang suamiistri itu duduk menjaga gerobak mereka dalam posisi yang selalu sama. Sang suami duduk di luar gerobak, sementara istrinya di sampingnya.      Kalau ada pembeli, sang suami dengan susah payah berdiri dari kursi(kadang dipapah istrinya) dan dengan ramah menyapa pembeli. Jika sang pembeli ingin makan di tempat, sang suami merapikan tempat duduk, semenatara istrinya menyiapkan nasi kuning dan menyodork...

TAK KUNJUNG MEMILIKI MOMONGAN

Tidak pantas bagi wanita untuk gelisah dan banyak menangis karena tak kunjung hamil. Karena memiliki keturunan pada pasangan laki-laki dan perempuan yaitu mendapatkan anak laki-laki saja atau perempuan saja atau mendapatkan anak laki-laki dan perempuan, begitu pula tidak memiliki keturunan, itu semua sudah menjadi takdir Allah. Allah Ta’ala berfirman, لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ (49) أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ (50) “Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha ...

HUKUM SUJUD KEPADA KYAI ATAU HABIB-HABIB

Hukum sujud kepada kyai atau habib-habib atau yang semisal Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda : لأمرت المرأة أن تسجد لزوجها “Seandainya boleh kuperintahkan seseorang untuk bersujud kepada seseorang maka niscaya kuperintahkan isteri untuk bersujud kepada suaminya” [HR Tirmidzi dari Abu Hurairah]. Tidaklah diragukan bahwa sujud penghormatan kepada sesama manusia adalah hal yang haram dan terlarang dan termasuk jalan dan sarana menuju kemusyrikan An Nawawi asy Syafii mengatakan, وأما ما يفعله عوام الفقراء وشبههم من سجودهم بين يدي المشايخ وربما كانوا محدثين فهو حرام بإجماع المسلمين “Adapun kelakuan orang-orang sufi yang awam atau orang awam lain semisal mereka yang bersujud kepada para kyai atau ustadz sufi atau boleh jadi pakar hadits maka itu adalah perbuatan yang hukumnya haram dengan sepakat seluruh kaum muslimin”. وسئل ابن الصلاح عن هذا السجود الذي قدمناه فقال (( هو من عظائم الذنوب ونخشى أن يكون كفراً.)) Ibnu Shalah asy Syafii ditanya mengenai sujud sebagaimana ya...